Aceh Timur – Pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Buket Kareung, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, hingga kini belum kunjung usai. Berdasarkan pantauan di lapangan, progres pembangunan 49 unit huntara tersebut baru mencapai kurang dari 50 persen meskipun telah dikerjakan selama berbulan-bulan.
Akibat keterlambatan ini, puluhan warga calon penerima bantuan terpaksa tetap tinggal di tenda darurat atau menumpang di rumah kerabat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Keluhan Warga di Pengungsian
Nuryati, salah seorang warga yang telah berbulan-bulan tinggal di pengungsian, mengungkapkan kekecewaannya kepada tim Aliansi Pers Kawal Rehab-Rekon Pasca-Banjir.
"Rumah huntara yang seharusnya kami terima belum juga siap. Kami sudah menunggu terlalu lama," tuturnya dengan nada lesu.
Kondisi serupa dirasakan oleh Nur Aini. Ia mengaku sudah tidak betah tinggal di bawah tenda darurat, terutama karena kondisi anak-anak yang mulai menderita. Pada siang hari, cuaca terasa sangat menyengat, sementara saat hujan turun, air sering kali menggenangi tempat tidur mereka.
"Pekerjaan seharusnya dimulai sebelum Ramadan. Saya berharap bisa tinggal di huntara saat bulan suci ini, tetapi nyatanya kami masih di tenda. Tampaknya Idulfitri nanti kondisi kami masih akan seperti ini," keluh Nur Aini.
Harapan Pemerintah Desa
Kondisi tenda yang tidak layak huni menjadi ancaman nyata, terutama saat memasuki musim penghujan. Kepala Desa Buket Kareung, Ezzie Arifin, sangat berharap pembangunan ini segera rampung agar warganya dapat hidup dengan lebih manusiawi.
"Saya sangat berharap masyarakat bisa segera pindah dari tenda karena mereka sudah berbulan-bulan bertahan di sana. Kami ingin warga korban banjir ini bisa menempati rumah tersebut selama sisa bulan puasa," ujar Ezzie.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Hingga memasuki pengujung Ramadan, warga masih terjebak dalam ketidakpastian.
Desakan Evaluasi Proyek
Tim media dari Aliansi Pers Kawal Rehab-Rekon Pasca-Banjir Aceh yang melakukan pemantauan di lokasi mendesak pemerintah untuk segera bertindak tegas.
"Kami mengimbau Pemerintah Daerah, BNPB, serta dinas terkait untuk segera mengevaluasi pihak pelaksana proyek. Perlu ada percepatan penyelesaian serta informasi yang jelas mengenai jadwal serah terima huntara tersebut," tegas salah satu anggota tim media.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Buket Kareung masih menanti langkah nyata dari pemerintah agar mereka tidak perlu merayakan hari raya di bawah terpal tenda darurat.(az)
