Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-751 Hadirkan Harapan bagi Korban Banjir


Kamis, 12 Maret 2026 - 19.40 WIB



​ACEH UTARA — Di tengah suasana Ramadan yang penuh rahmat, langkah masyarakat kembali menapak jejak sejarah. Peringatan kali ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan oleh para pendahulu.

Dalam rangka memperingati Haul ke-751 Sultan Al-Malik Ash-Shalih (696 H – 1447 H), Center for Information of Sumatra Pasai Heritage (CISAH) berkolaborasi dengan Halaqah Mukhlisin Malaysia, donatur Perumahan Bogor Asri, Ummi Hana, Abu Hasan, serta Forum Komunikasi Masyarakat Geuredong Pase. Aksi ini juga didukung oleh Komunitas Trader Aceh serta para penggiat sejarah dan budaya Aceh yang bersatu dalam satu niat: menyalakan kembali cahaya kepedulian warisan Sang Sultan.

Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (5/3/2026) hingga Jumat (13/3/2026) ini dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Dengan mengusung tema “Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Utara”, agenda ini menjadi ikhtiar nyata untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang diuji bencana.

Menghidupkan Nilai Kemanusiaan

Ketua CISAH, Abd. Hamid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh relawan, dermawan, serta penggiat sejarah—baik dari dalam negeri maupun mancanegara—yang telah menyatukan hati dalam semangat kebersamaan.

Menurutnya, Ramadan mengajarkan makna kasih sayang melalui tangan yang ringan memberi dan hati yang lapang dalam merasakan penderitaan sesama.

“Bagi masyarakat Aceh, nama Sultan Al-Malik Ash-Shalih bukan sekadar kisah dalam lembar sejarah. Beliau adalah simbol awal cahaya Islam di Asia Tenggara; sosok yang menanamkan nilai keimanan, keadilan, serta kepedulian terhadap umat,” ungkap sosok yang akrab disapa Abel Pasai tersebut.

Beliau menambahkan bahwa memperingati haul bukan hanya soal seremonial, tetapi tentang bagaimana menghidupkan kembali nilai kemanusiaan yang diwariskan Sultan di masa kini.


​Penyaluran Bantuan dan Santunan

Melalui kegiatan ini, bantuan disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Langkahan dan beberapa wilayah terdampak banjir lainnya. Hal ini menjadi bukti bahwa sejarah mampu menggerakkan hati manusia untuk menghadirkan kebaikan nyata.


​Rangkaian acara berlangsung dengan khidmat, dimulai dengan doa bersama, tausiah, serta pemaparan sosok Sultan Al-Malik Ash-Shalih oleh peneliti CISAH, Sukarna Putra. Suasana haru menyelimuti lokasi saat santunan diberikan kepada puluhan anak yatim di sekitar situs makam Sultan.


​Puncaknya pada 13 Maret 2026, para relawan bergerak serentak menyalurkan bantuan logistik bagi warga di beberapa kecamatan lainnya. Ramadan seakan menjadi saksi bahwa warisan Sultan Al-Malik Ash-Shalih masih hidup, bukan hanya pada nisan atau kitab lama, melainkan dalam setiap tangan yang terulur membantu sesama.


​Dari tanah Pasai, pesan itu kembali bergema: peradaban besar tidak lahir dari kemegahan semata, melainkan dari hati yang penuh kasih dan keberanian untuk berbagi.(sul) 

Bagikan:
KOMENTAR
 
Copyright @ PT. Beujaya Media Group