Piasan Pasai Aceh Utara: Pesta Rakyat yang Mengobati Luka Pascabanjir
ACEH UTARA -- Semarak cahaya lampu pasar malam memecah malam di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara. Ribuan warga tampak tumpah ruah memadati area pusat keramaian tersebut, menikmati deretan jajanan khas tradisional hingga wahana hiburan anak-anak.
Geliat ini menandakan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan peringatan delapan abad Kabupaten Aceh Utara.
Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh menuju lokasi acara menjadi saksi bisu betapa dinamisnya pergerakan warga malam itu.
Kehadiran Piasan Pasai bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk sejenak melupakan trauma dan kepedihan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
Bagi warga, hiburan rakyat ini berfungsi sebagai terapi psikologis kolektif. Nurlina (34), salah seorang pengunjung yang datang dari Kecamatan Sawang, mengaku sengaja menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan perhelatan akbar yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara ini.
"Ini pertama kalinya ada peringatan hari jadi kabupaten yang semeriah ini. Kami sangat terhibur setelah kemarin sempat terpuruk karena banjir," ujarnya di sela-sela keramaian, Selasa (8/9/2026).
Lebih dari sekadar tempat melepas penat, perhelatan ini membawa harapan besar bagi kebangkitan daerah.
Warga berharap agenda tersebut dapat menjadi tradisi berkelanjutan setiap tahunnya.
Selain merawat ingatan kolektif tentang kejayaan masa lalu di bawah naungan Kesultanan Samudera Pasai, Piasan Pasai terbukti ampuh menarik arus wisatawan lokal serta menggerakkan roda perekonomian para pelaku UMKM di Aceh Utara yang sempat lesu. (sul)

