BREAKING NEWS

Ribuan Warga Tumpah ke Jalan Pawai 1 Muharram


PIDIE JAYA – Malam di Pidie Jaya berubah menjadi lautan cahaya. Deretan mobil hias bertema Islami bergerak perlahan menembus keramaian, membawa gemerlap lampu, kaligrafi, miniatur masjid, dan pesan-pesan dakwah yang menyala di sepanjang jalan utama Meureudu. Ribuan warga memadati sisi jalan, menyaksikan kemeriahan Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang menjadi salah satu perayaan terbesar di kabupaten tersebut.



Sebanyak 66 mobil hias dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, gampong, dayah, balai pengajian, majelis taklim hingga lembaga kemasjidan, ikut ambil bagian dalam parade yang digelar oleh Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Syariat Islam, Selasa (16/6/2026) malam.



Sejak matahari terbenam, kawasan Gedung MTQ Meureudu telah dipenuhi masyarakat. Anak-anak duduk di bahu orang tua mereka, para remaja mengabadikan momen dengan telepon genggam, sementara warga dari berbagai kecamatan rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan iring-iringan kendaraan yang dihias penuh kreativitas dan nuansa religius.



Pawai secara resmi dilepas oleh Bupati Pidie Jaya bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, dan kepala SKPK. Ketika kendaraan pertama bergerak meninggalkan halaman Gedung MTQ, sorak warga langsung pecah, menandai dimulainya malam penuh semangat menyambut Tahun Baru Islam.



Parade tersebut menghadirkan persaingan menarik. Sebanyak 10 mobil hias berasal dari SKPK, 16 mobil dari masjid, dayah dan balai pengajian, serta 42 mobil dari gampong-gampong yang berlomba menampilkan karya terbaik mereka. Berbagai tema diangkat, mulai dari perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW, simbol-simbol peradaban Islam, hingga pesan persatuan dan kebangkitan masyarakat.



Di tengah ketatnya persaingan, Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya tampil paling mencuri perhatian. Dengan desain yang dinilai paling lengkap dan kuat dalam menyampaikan pesan syiar Islam, kendaraan mereka berhasil meraih Juara I kategori umum dengan nilai tertinggi 94,5.



Posisi kedua ditempati Fathul Ainiyah dengan nilai 89, sementara Dayah Jurong Ara Jangka Buya berada di peringkat ketiga dengan nilai 78,5. Adapun kategori harapan diraih oleh Baital Mal Pidie Jaya, Dinas Lingkungan Hidup, dan Rambadji.



Persaingan tak kalah sengit juga terjadi pada kategori gampong. Gampong Meunasah Bimba berhasil keluar sebagai juara pertama dengan nilai 82. Disusul Gampong Mukim Lueng Putu Barat di posisi kedua dan Gampong Blang Adoe Meureudu di posisi ketiga.



Namun malam itu, pemenang sejatinya bukan hanya mereka yang membawa pulang trofi. Di balik parade yang meriah, pawai tersebut menjadi gambaran kuat bagaimana tradisi keagamaan masih hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat.



Saat banyak daerah merayakan pergantian tahun dengan pesta hiburan, Pidie Jaya memilih menyambut Tahun Baru Hijriah dengan syiar Islam yang dikemas dalam kreativitas masyarakat. Mobil-mobil hias yang berkeliling kota tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menyampaikan pesan dakwah yang bergerak dari satu sudut kota ke sudut lainnya.



Gemerlap lampu yang membelah malam, lantunan selawat yang terdengar dari pengeras suara, serta antusiasme warga yang memenuhi jalanan menjadikan pawai ini lebih dari sekadar perlombaan. Ia berubah menjadi simbol kebersamaan dan optimisme masyarakat yang ingin melangkah ke tahun baru dengan semangat hijrah, persatuan, dan harapan baru.



Di bawah langit malam Pidie Jaya, 66 mobil hias itu tidak hanya mengarak dekorasi dan ornamen. Mereka mengarak semangat sebuah daerah yang terus menjaga identitas religiusnya, sekaligus menunjukkan bahwa syiar Islam dapat hadir dengan cara yang meriah, kreatif, dan mampu menyatukan ribuan orang dalam satu perayaan yang tak mudah dilupakan.(Pang) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image